Gereja Dan Teknologi.

_Suatu kajian Kontekstual Terhadap Perkembangan Teknologi dalam Gereja_

Sadar atau tidak sadar ada fenomena yang terjadi didalam sebuah kehidupan dalam kondisi beragama lagi bergereja sekarang ini dan yang menjadi aktor dari semua ini adalah kita selaku manusia. Manusia yang hidup di dalam saman yang panjang dan cenderung mengalami progres karena terkait oleh kebutuhan-kebutuhan manusia menyangkut model-model bergereja, manusia modern sekarang ini. Manusia selaku pelaku dan pembuat sejarah juga, bisa merubah sejarah menjadi sebuah sejarah baru yang berkembang karena idealiasme rasionalisasi konkrit. Agama dalam perkembangan mengalami kemajuan multifungsi, terlihat jelas dari cara beribadah yang awalnya tidak didukung dengan sebuah digital sound dan berbagai media elektronik lainnya seperti Infocus. Namun sekarang rentan perubahan itu sungguh Nampak. Perlu kita ketahui bahwa Gereja merupakan Tubuh Kristus (Rm 12: 14, 1 Kor 10 : 16, kol 1 : 18, 24, Ef 1 : 22). Berkenaan dengan ungkapan itu, dapat diambil dua kesimpulan. Pertama : “tubuh” niscayalah bersifat kelihatan ; Kristus benar-benar telah datang sebagai manusia ( 1 Yoh 4 : 2 ) ; oleh sebab itu Gereja benar-benar adalah suatu realitet yang “kelihatan” di dunia ini, bersifat terbuka namun kritis menerima transformasi teknologi. Kedua ; bahwa yang kelihatan ini adalah “tubuh Kristus” tidaklah dapat dilihat melainakn merupakan soal kepercayaan. Gereja sebagaimana dimaksudkan dalam pengakuan iman adalah suatu realitas rohani ; 1. Bahwa Gereja adalah suatu realitas didunia ini, 2. Gereja adalah suatu realitas Rohani. Kata rohani ini bukanlah lawan badani atau yang kelihatan melainkan harus dihubungkan dengan roh kudus ! roh itulah yang membuat Gereja kita menjadi Gereja Kristus. Gereja terus hidup dan mengalami perkembangan dari sisi pelayanan dalam konteks. Berkembang dalam berpikir dan memahami bahwa sekarang Gereja telah berhadapan dengan sebuah ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) secara berhadap-hadapan itu berarti Gereja mesti Kritis dalam melakukan transformasi nilai iptek dan rasionalisasinya terhadap Warga jemaat. Penjelasan terhadap pengertian Teknologi adalah satu ciri yang mendefinisikan hakikat manusia yaitu bagian dari sejarahnya meliputi keseluruhan sejarah. Teknologi, menurut Djoyohadikusumo (1994) berkaitan erat dengan sains (science) dan perekayasaan (engineering). Dengan kata lain, teknologi mengandung dua dimensi, yaitu science dan engineering yang saling berkaitan satu sama lainnya. Sains mengacu pada pemahaman kita tentang dunia nyata sekitar kita, artinya mengenai ciri-ciri dasar pada dimensi ruang, tentang materi dan energi dalam interaksinya satu terhadap lainnya. Berikut adalah wujud real terhadap keterbukaan Gereja secara kritis melakukan transformasi terhadap iptek ;
1. Cara beribadah yang disampaikan dengan menggunakan audio atau wireless, potensi baru menjadi jelas bagi banyak orang, sebagaimana juga bagi para pakar yang menyatakan dapat berbicara dengan otoritas ketika radio mulai memasuki rumah-rumah. Radio membawa lebih banyak hiruk piruk kedalam dunia termaksud music yang melatar belakanginya.
2. Cara beribadah juga yang disampaikan melalui Television, yang merupakan gambar bergerak dimana setiap orang bisa melihat dan mendengarkan dan beribadah dirumah saja tanpa menghadiri sebuah gereja. Ini merupakan sebuah ciri dan cara beragama modern.
3. Sebuah Media Elektronik Alkitab yang dikemas secara elektronik hanya saja masi sebuah Aplikasi yang terintegrasi didalam sebuah media elektronik seperti HandPhone dan juga PC ( Personal Computer ). Ini juga wujud dari sebuah teknologi modern mengalami kemajuan pesat. Secara tesis maupun antithesis. Media tersebut (Alkitab Elektronik) ada yang menerima untuk digunakan didalam peribadahan. Bahkan sudah dipakai sebagai kebutuhan rohani.
4. Sistem Liturgi yang telah dikemas dalam media elektronik yang ditampilkan melalui LCD (Infocus) membuat segala seuatu didalam peribadahan menjadi mudah serta menarik untuk dinikmati bersama. Guna menunjang alur peribadahan. Tanpa mengurangi nilai-nilai etika social yang ada.
Kemajuan-kemajuan Multimedia terkait merupakan wujud dari perkembangan idealisme setiap ilmuan yang mengembangkannya sesuai konteks kebutuhan manusia. Untuk menjadi konsumsi Beragama manusia modern. Dimana pemakaina alat teknologi merupakan salah satu tuntutan tetapi juga kebutuhna masyarakat di era modernisasi dan globalisasi. Bagaimana Gereja di Indonesia di tengah-tengah tuntutan arus perkembangan kemajuan teknologi saat ini? secara sederhana penulisan ini melihat dari pemakaian teknologi modern dalam ibadah dan tingkat kebutuhan anggota jemaat terhadap pemakaian alat teknologi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s