Kuasa Politik Dan Proses Pembuatan Alkitab

Persia sekitar tahun 530 adalah memulihkan wangsa Daud, melalui orang yang bernama Sesbazar dan Zerubabel, tetapi sebagai gubernur bukan raja. Sesudah tahu 520 mereka menghilang dengan meninggalkan yuridiksi Yehuda semata-mata ke tangan imam. Perhatian terakhir yang diberikan pada pemerintah wangsa Daud muncul ketika Elnathan, orang Persian ke tiga yang ditunjuk sebagai gubernur, dengan sia-sia mencoba memperkuat posisinya dengan mengawini putrid keluarga Daud.
Wilayah kekaisaran dibagi atas 20 daerah kekuasaan gubernur. Tiap daerah di bagi atas profinsi-profinsi dan garnisiun-garnisiun yang pasukannya diambil dari seluruh kekaisaran. Denganjaringan jalan sistim keuangan, dan perbankan perluasan pelabuhan laut dan perluasan benteng-benteng militer, pajak tepat guna dan pengumpulan bea cukai, serta kekaisaran Aram yang universal ini, resim Persia menciptakan arena umum di mana produksi maju dengan pesat dan banyak yang menikmati kemakmuran. Seperti para penguasa kekaisaran sebelumnya, Persia menekankan ketergentungan dengan mengusir serta menempatkan kembali sebagian penduduk, baik dari kalangan para penguasa dan garnisiun militer. Meningkat di Yehuda pada tahap awal periode Persia sebagai populasi yang pindah ke area-area pedesaan di mana beberapa di antara area itu belumpernah di tinggali. Dominasi mereka di timur laut tengah segera mendapat tantangan dari orang Yunani. Orang Yunani memiliki daya tarik aktivitas perdagangan di kekaisaran yang mulanya member keuntungan pada Persia, tetapi kemudian berbalik pada ancaman pemasukan upeti. Orang Yunani yang pulih dari kejatuhan kuasa Mycenean, sekarang tersebar secara luas di timur Laut Tengah dan menegakan kekuatan abadi yang berbasis di Levant.
Berbagai perang Persia melawan Yunani yang ditandai terpukul mundurnya Darius oleh Yunani di Marathon pada tahun 490 dan kekalahan serangan Xerxes oleh armada Atena di Salamis pada tahun 480. Selama 50 tahun Persia dan Yunani memperebutkan hegemoni di daerah timur Laut Tengah. Segera setelah Yunani menolong Mesir untuk memulihkan ibu kota mereka dari orang Persia dan juga termaksud di dalamnya pesisir Palestina pada tahun 459, imam Ezra ditunjukoleh pegawai tinggi Persia untuk menangani masalah-masalah Yudea. Ia dikirim ke Yudea dengan pengawalan tentara beserta banyak perak dan emas yang disumbangkan oleh raja serta orang-orang kaya Yudea yang tinggal di Babel untuk memperbarui bait suci, yaitu, mempertegas kembali hukum dan peraturan bergaya Persia di Yerusalem. Menegaskan kembali sejelas mungkin hokum Musa dari keturunan Harun berdasarkan bait suci serta memperbaiki ibadah bait suci, membebaskan semua imamnya dan pegawai lain dari pajak Persia. Nehemia membebani rakyat dengan kerja paksa yang berat untuk membangun kembali benteng Yerusalem yang bertentangan panglima perang local. Para gubernur Persia di Yudea diharapkan memotong langsung jika melihat adanya ikatan-ikatan perdagangan yang menjauhakan aliran kekayaan dari Persia dan malah menuju ke arah Yunani, sehingga ekonomi Yudea di integrasikan kembali dengan sisitem upeti kekaisaran, Oleh karena itu, Ezrah dan Nehemia memerintahkan untuk melawanaliansi melaui perkawinan anatara orang Yudea dan keluarga-keluarga di pesisir sertadaerah pedalaman yang dipengaruhi Atena. Nehemia menggunakan sensus untuk mengatur kembali sepersepuluh dari tiap desa ke Yesrusalem untuk menciptakan benteng berupa penduduk kota yang baru di bawah pengawasannya danmenjaga tawanan desa di bawah pengawasannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s