“ESURIUN ORANG BATI”

Kamis, 10 Mei 2012 mulai pukul 14.00 di ruang Probowinoto. Ujian terbuka diadakan atas nama Pieter Jacob Pelupessy dengan judul disertasi

Ujian terbuka akan dipimpin oleh Rektor UKSW Prof. Pdt. John A. Titaley, Th.D dengan Tim Penguji:

Marthen L. Ndoen, Ph.D. (Promotor)
Marwata, Ph.D. (Co Promotor)
Dr. Armaidy Armawi (Co Promotor)
Prof. Kutut Suwondo (Penguji)
Dr. Pamerdi Giri Wiloso (Penguji)
Prof. M. Huliselan (penguji)

Esuriun Orang Bati: kekuatan bertahan hidup (survival strategy) dengan cara-cara hidup sesuai kebudayaan diawali kisah keturunannya Alifuru Bati atau Orang Bati dari hutan dan gunung (madudu atamae yaisa tua ukara). Strategi ini dilakukan untuk menjaga dan melindungi (mabangat nai tua melindung) seluruh hak miliki yang berharga seperti manusia, tanah, hutan, identitas, adat, budaya, sumber daya alam yang terdapat dalam etar dan watas nakuasa sebagai ruang hidup dari serbuan orang luar. Melalui Esuriun Orang Bati kelompok sosial Patasiwa dan Patalima terintegrasi secara kultural untuk mewujudkan integrasi eksistensial dengan identitas Orang Bati Awal, Tengah, Dalam, dan Bati Pantai yang hidup dalam teritorial genealogis atau wilayah roina kakal untuk menunjukan jati diri pada orang luar bahwa Orang Bati adalah manusia maupun suku bangsa (kelompok etnik), yang bermakna bahwa Ale deng Beta atau Ka Tua Aku atau Kita Lotu atau kamu dengan saya memiliki asal-usul yang sama yaitu Alifuru, sehingga mitos Orang Bati harus diakhiri. Orang Bati bukan orang ilang-ilang (hilang-hilang) sebagaimana stigma orang luar terhadap mereka selama ini karena orang luar tidak memahami konsep “Bati” dan “Batti” dalam interaksi sosial.

         Akibat stigma menyebabkan nasib Orang Bati menjadi terabaikan. Esurium Orang Bati memiliki basis nilai, sejarah, modal sosial, kultural, dan lainnya untu survive dengan kearifan mengelola hutan (esu) dengan tanggalesu untuk mewujudkan ketahanan pangan, kedaulatan pangan dalam menghadapi tekanan (presure) seperti alam yang tidak ramah, stigma (anggapan negatif), dan lainnya untuk membangun diri, komunitas, dan kampung atau dusun (wanuya) di Tana (tanah) Bati melalui falsafat Gum Mae Towatu Tana Wanuwa.

  • Pieter Jacob Pelupessy, lahir di Negeri Siri Sori Sarani, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Menyelesaikan studi S1 pada Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Pattimura-Ambon tahun 1985. Program Pascasarjana (S2) Program Studi Ketahanan Nasional, Universitas Gajah Mada tahun 1997. Melanjutkan studi S3 pada Program Pascasarjana-Program Studi-Doktor Studi Pembangunan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) sejak tahun 2008, dan memperoleh gelad Doktor pada 10 Mei 2012. Penulis aktif mengajar sebagai Dosen tetap Jurusan Sosiologi FISIP dan Pascasarjana (S2) Sosiologi Universitas Pattimura, dan aktif dalam penulisan karya ilmiah, serta seminar ilmiah.
Penulis ; Dr. Pieter Jacob Pelupessy

 di sunting Oleh: Samuel Warella

3 Comments Add yours

  1. salehlahmady says:

    esiriun org bati sepakat.

    ada yang benar namun ada juga yang harus di luruskan.

    org bati mereka memiliki kekuatan magis_mereka bisa ilang-ilang (hilang).
    dengan hanya memejamkan mata__terbukti karna saya org yang pernah menunggu teman yang dibawakan untuk terbang.
    dan di masa tahun 1990an jika ada penduduk bati yang meningal dunia dan jika kebetulan di daerah laen ada kemiripan wajah penduduk sama seperti penduduk yang meninggal maka org tersebut akan diculik secara magis untuk dijadikan tumbal. namun di akhir 2000an hal tersebut sudah tidak saya lihat lagi.

    1. benarkah yang kamu katakan ? soalnya dalam penelitian tersebut desertasi itu tidak menyatakan demikian

  2. saleh lahmady says:

    DLm penelitian itu benar secara realitasnya namun secara hakikatnya masi jauh dari hasil sebenarnya. Hanya bagian luar yg didapatkan, sesungguhnya masih banyak haL yg harus dicari Lagi_ oia saya berkata demikian karna saya anak seram timur hidup n mengaLami yg yg demikian_

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s