Perbedaan Bukan Menjadi Pembeda

Pujaan hati

Mengais-ngais

Cinta di balik diktatoran

Menguasai penjaga hati

Bagai tahanan sepanjang masa

Larut hari di buai dalam romantisme

Kadang palsu

Kadang sebenarnya

Menggairahkan jiwa untuk terus mengalah

 

Karena hati selalu di kuasi

Ketidak percyaan bagaikan membabibuta

ucapan yang benar

dilihat sebagai sebuah penipuan

 

karena Cinta itu harus memahami

bukan hanya dipahami

begitulah

kamu dan aku

bukan lagi hidup

untuk diri sendiri

tetapi ada aku dan juga kamu

 

layaknya dua manusia

memiliki dua pikiran

yang berbeda

tetapi bukan untuk membedakan sebagai pembeda

 

hati merintih tuk dimengerti

seperti aku mengerti kamu

beginilah batin emanggil sebuah keadilan

dalam kebengisan Egoisme

 

biarlah dengan waktu

Cinta mampu menyejukan

Kepenatan ini

Yang tak kunjung berujung

Untuk mendamaikan

Dua manusia yang berbeda

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s