Mari Belajar

Belajar selalu di kaitkan dengan sebuah pendidikan Formal, atau jenjang pendidikan yang didalamnya terjadi interaksi dua arah. Itu benar dan tidak salah. Menjadi orang berpendidikan adalah cita-cita dan harapan setiap orang. Pendidikan di kemas dengan prinsip-prinsip keilmuannya. Menjadikan fungsi-fungsi pendidikan menjadi luas dan mendalam secara keilmuan yang diminati. Berpendidikan adalah salah satu cara manusia berusaha keluar dari lembah ketidak tahuan tentang sesuatu hal apapun itu. Oleh sebab itu kita butuh belajar untuk menjadi manusia yang berkualitas serta cerdas secara dua sisi yakni ; Hard Skil dan Soft Skil. Kedua Kecerdasan ini harus di miliki oleh manusia yang belajar.

Perlu juga kita ketahui orang berpendidikan juga tidak selamanya suka bahkan sukar untuk belajar, belajar dari kesalahan, belajar dari kepongahan hidup, belajar dari anak kecil, belajar dari orang yang buta huruf, belajar dari siapa saja. Belajar sesungguhnya adalah cara manusia untuk menjadi terbuka memberikan ruang bagi dirinya yang berpikir, manusia tersebut siberikan kesempatan menggunakan logika, rasio kemudian menghubungkannya dengan hati atau batin supaya ada sebuah pengambilan keputusan secara sadar. Itu wujud kerendahan hati tanpa mengabaikan nilai-nilai prinsip yang di pegang dalam membangun relasi. Belajar menerima pendapat orang lain, belajar membuka diri untuk di ajar, atau mendengarkan gagasan atau pandangan orang lain. Karena kita manusia adalah terbatas, kita dibatasi dengan ruang-ruang disiplin keilmuan kita-yang membuat atau menyebut kita sebagai makluk sosial, maka kita harus saling berbagi tentang suatu harapan yang akan di bangun bersama menggunakan gagasan-gagasan komperhensif. Namun tidak semua manusia dapat belajar untuk menerima pendapat orang lain, memberikan diri diajar atau mendengarkan gagsan orang lain. Belajar menerima inovasi ide-ide juga butuh kesiapan. Manakala kita sering terjebak dengan wilayah-wilayah kenyamanan, dimana kelebihan orang lain dilihat sebagai ancaman atau rival dalam membangun sebuah hubungan kerjasama atau relasi. Ancaman itu harus dilihat sebagai peluang untuk dapat bekerjasama, karena lagi-lagi kita adalah manusia yang terbatas. Mari Belajar dan terus belajar dari semua hal yang selalu dekat dalam proses relasi hidup hari ini, esok dan seterusnya….!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s