Untuk Yang Selalu di Perjuangkan “Stanny Maretha Loppies”

dr Stanny Maretha Loppies,.S.Ked
dr Stanny Maretha Loppies,.S.Ked

Ambon – Sengaja aku menuliskan Sebagaimana manusia, tentunya memiliki pandangan kedepan tentang masa depan ; Cita & Cinta. Merencanakan semuanya dalam perencanaan sangatlah baik. Manusia siapa yang tak ingin hidup tanpa Cita dan Cinta ? mungkin ada ? ya, hanya bagi mereka yang hilang harapan dan tidak bisa membenahi kepatahan, kepahitan hidup dan mengubahnya menjadi suatu kekuatan baru. Setiap manuais berhak merebut Cita dan Cintanya dengan cara apapun tanpa melakukan pelanggaran moral serta penyimpangan etika.

Orang-orang yang selalu terkurung dalam masalalunya dan menganggap dirinya tak berarti sesungguhnya mereka telah menyakiti diri sendiri dan menenggelamkan dirk merken dalam lautan bebas untuk mati.

Mereka bukanlah orang-orang kalah, apalagi tak berdaya, merka hanya butuh keberanian melakukan think smart, think different, think out of the box.  Karena tidak ada orang lain yang dapat monolong kita untuk keluar dari masalah selain diri kita

Aku selalu memandang kehidupan ini seperti sebuah perjalanan panjang yang tidak memiliki ujung, aku melihat kehidupan ini seperti sedang berada dan seakan-akan menikmati firdaus dalam harapan. Kaki ini terus menerus berayun menginjak tanah yang tak kunjung berubah bentuk. Hinnga Satu waktu aka tersentak dan sedikit melirik seorang Perempuan, pesonanya baik dan mengena pada batin kecilku, ya namanya lelaki. Eitsss tunggu dulu……..

Barang yang bermerek dan berkualitas tentunya memiliki harga yang mahal, maka untuk dapat memiliki barang tersebut diperlukan pengorbanan tak terhingga yang harus di bayar. Kalimat tersebut tidak memberikan kesamaan bahwa menyukai barang dan manusia itu sama, tetapi esensi atau nilai di balik kualitas serta keinginan untuk memiliki adalah tujuan akhirnya.

2009 merupakan awal mula berjumpa dan saling mengenal, ya tepatnya masih menjadi mahasiswa Sarjana (S1) yang belum memiliki pengalaman pengetahuan serta trik menjalani kehidupan sebagaimana petuah orang tua-tua yang sudah makan asam garam tentang kehidupan. Waktu kian berlalu pertemuan atau perkenalan pertama kali terjalin tak pernah surut apalagi berakhir anatara aku dan seorang perempuan Cantik yakni Stanny Maretha Loppies.

Dari sisi rumah lantai 2 di OSM Belakang Gereja Imanuel sering aku pandang pandangi ke atas, melihat Kudamati seakan penglihatanku tepat bahwa itulah Farmasi Rumah Stanny, wah padahal tidak juga. Biasalah setelah No Hp di Rebut, ya ya ya aktifitas menghubungi pun dilakukan. Ya saking suka kebangetan ya begitulah perasaan menggebu-gebu tuk menelpon, tahu kan idealnya telpon mesti di jawab wah ternyata setelah di hubungi harapan yang sudah terbangun tak kundung terealisasi, teleponku tak di jawab sekalipun padahal aku menghubunginya lebih dari 4 kali. Apa mungkin karena kemalaman aku menghubunginya memberi dampak demikian ya ? bisa juga, mungkin saja dia sedang capek karena seharian belajar maklumlah Mahasiswi Kedokteran pasti belajarnya berat bikin capek bikin BETE kadang-kadang, mungkin juga teleponku malah membuatnya dongkol di balik rasa capek yang melilit.

Begitulah seterunya, sekali suka ya tetap saja suka, sukanya dari hati pake hati. tetapi perempuan tipe yang ini beda dari sekian perempuan yang pernah aku jumpai. Sorry Bos bukan Gombal atau ngerayu apalagi membual ? oh Rasanya Tidak ! semua cara terus aku lakukan hanya untuk bisa mendengarkan suaranya. Hanya untuk dapat mendengarkan suaranya saja begitu sulit. Hati ini kemudian berkata wah balik kanan sajalah kan masih adalah perempuan di luar sana yang Cantik-Cantik, yang ini susah sekali, namun semuanya tak menyurutkan hati kecilku tiba-tiba mengeluarkan telepon genggam ku saat itu Mereknya NOKIA N 95 Ciee Bukan Sombong ya tapi emang bener akhir 2009 masi inget jelas tu Nokia aku kantongin, tanpa banyak bicara aku melihat pesan singkat (SMS) saat itu masi 350 per sms ya, sedikit merasakan kecewa sambil mengetik sms, mau tahu aku bilang apa ? Seperti ini isinya “Nona Beta ada tlp tuh, berulangkali juga, kalau bisa di jawab ka ? ya beta tau nona seng akan balas sms ini, tapi seng apa yang penting yang beta tahu nona pasti baca beta isi pesan” setelah itu ku kirim, memang bener SMS tak kunjung di balas. Ini perempuan miming bener-bener sulit, aku akui sulit.

Tetapi di balik sulitnya itu ada waktunya juga dia membalas sms, walaupun hanya menjawab dengan satu kata saja, begitupun telepon menjawab seperlunya saja.

Di sela-sela kesibukan aktifitas sebagai mahasiswa saat itu Stanny berlibur ke Ambon dan hendak balik ke Jakarta pagi hari kalau tidak salah Jam 6-7 pagi, aku di temanin sahabat sejatiku ; Wesley Johannes, Aprinno Berhitu, Yandri Lawalata pergi ke bandana Pattimura tuk bisa menjumpai Stanny, tiba di bandara kita berjumpa tapi seperti biasa aku tak punya nyali tuk mendekatinya. Saat itu Stanny di temanin Papi Mami, Bersama Bung Michael dan Bung Marchel (Saudara Laki-Laki Kandungnya). tak punya nyali bukan tak berani mendekati karena ada keluarganya tetapi karena bener-bener gak punya nali tuk deket Stanny, padahal Stanny suda iseng ke Toilet dan berharap aku mengikutinya tuk bilang sesuatu namun tidak kunjung aku dekati. Aku di desak dan di katain oleh ketiga teman aku katanya “Maryo jangan seperti banci, itu perempuan di depån mata dan dia akan peri jauh ke jakarta, ini kesempatan untik me gang tangannya, ayolah” aku memberanikan diri dan mendekati saat Stanny hendak jalan masuk, aku menahannya dan memberikannya sebuah cincin besih putih aku hanya bilang Stanny beta mau kasi ini Cincin dan aku memberikannya. singkat bukan ? begitulah aku..! Beberapa saat kemudian Stanny mengirim SMS isinya cukup singkat “Maryo See You” membacanya sambil senyum-senyum dan memamerkan kepada ketiga sahabatku.

eeeiiitsssss tunggu duly ya … tapi ujung-ujungnya waktu aku nembak nembus loh akut di terima juga dan lengkaplah sudah jadian dengan Stanny. Aku menyangka setelah jadian maka ketika di SMS or Tlp tentunya di ladenin beda ya secara sudan jadian, malahan tak jauh berbeda kok malah di cuekin pula. Beberapa bulan jadian, tiba-tiba Nona Stanny Tlp dan meminta Hubungan ini diakhiri, wah saya bilang ke dia emangnya salah apa beta ? dia lantas menjawab beta mau Putus saja. Ya Sudah dengan rasa kecewa akhirnya aku juga mengiyakan. resmilah kita PUTUS. Beberapa saat aku menelponnya lagi sebagai seorang teman atau (X) kita ngobrol, katanya sih kenapa dulu diputusin terus terima saja ? di putusin malahan di iyakan, bukannya di pertahankan atau diperjuangkan. Jiah ternyata dia juga mengetes keseriusanku, ya sebenarnya aku tidak gengsi hanya saja aku tidak berbuat salah apa-apa tiba-tiba meminta putus begitu saja ya tentunya agak kecewa mengapa begini. itu alasanku mengapa tak mencari atau memperjuangkan. Perjuangan belum Selsai Dong…. Waktu Masih Panjang.

Hari berlalu terus berganti, begitupun dengan bulan… tahun juga turut berganti. 2010 aku masih menelepon kita sering ngobrol dari yang berat hingga ke pembicaraan ringan. Jujur saja aku juga sempat jalan sama beberapa perempuan, tetapi herannya aku selalu omongin Stanny ke mereka, singkat kata “bangga saja sama Stanny” gak tau juga mengapa begitu ya ? karena memang suka sekali ya sayang sekali juga padanya seajak dulu. Semua Niat untuk memintanya kembali aku kurung aku simpan rapih di dalan hati. Komunikasi kita tidak pernah putus, aku selalu saja menghubunginya sesuka hati mau di jawab mau di ladenin aku gak peduli lah.

Sejak 2011 Kaki ini menginjak Kota Salatiga Jawa Tengah, belajar lagi dan belajar terus. Aku masuk menjadi mahasiswa baru di Fakultas Teknologi Informasi – Universitas Kristen Satya Wacana (FTI UKSW) Jurusan Information System. Mulailah beraktifitas seperti biasanya mahasiswa umumnya namun kali ini aku ada di jenjang Magister (S2). Kesibukan belajar aku nikmati hingga fokus tuk selalu ingat dia terbendunglah. aku menghubunginya sudah jarang sekali, kadang sesuka hati saja. Namanya Mahasiswa sibuk-sibuknya ya belajar dan buat tugas. Tapi aku menyempatkan waktu untuk telepon sejak menginjakan kaki di salatiga zinkgat saja aku bilang “Nona Beta su di salatiga ada kulia, dia cuma jawab oh iya“.

Karena aku jarang menghubunginya, sampe-sampe aku di kåtain begini, “oh hubungi beta saat seng sibuk saja ? saat seng ada parampuang lai too Maryo ? ka parampuang samua su lari lalu datang cari beta ? kira beta ni tampa sampah kapa ?” dengan nada sedikit keras. Aku sangat memaklumi perasaannya, aku jelasin baik-baik, dianya bisa menerima. Dan Komunikasi baik selalu terjalin.

Tahun 2012 Stanny Coaas di Semarang, sejak tahu Iya di sana, lantas aku mengikutinya, di temanin oleh sahabat-sahabat baikku ; Cristi, Yandri dll. Sekalipun cukup sulit juga mencari kos-kosannya di semarang dan akhirnya ketemu juga. Tapi….? ada tapinya looh…. seperti biasa aku gak punya nyali tuk ajaknya ngobrol dll. Dalam hatiku begini berbicara “Syukurlah beta su bisa liat dia lagi sekarang walaupun cuma melihat, karena menyentuhnya hanya sekali yaitu saat salaman, padahal saat itu Nona Satnny pakai celana pendek dengan bentuk tubuh menarik dan pahanya yang putih manis mulus- tapi toh gak berani

Aku dan Stanny sering berkomunikasi sekalipun kadang lama juga bisa berbulan-bulan baru di hubungi. Tahun 2013 aku menjadi seorang Vikaris GPM dan bertugas di Jemaat GPM Uwen Gabungan. Komunikasi tak henti, aku sering cerita karang curhat tentang pengalaman hidup di wilayah yang jaur dari kebiasaan orang kota. Stanny meladenin dengan baik dan ramah membuatku bener-bener niat banget untuk perjuangkannya tuk mendapatkannya kembali. Aku pernah Curhat dengannya tentang keadaanku dan Stanny belang begint “Maryo Kalau Ale Masih Saja Bersungut Tentang Semua Yang Sedang Ale Alami Sebagai Proses Membentuk Ale Untuk Menjadi Sesuatu, Maka Nanti Tuhan Pasti Akan Punya Waktu Yang Lama Pula Untuk Membentuk Ale Maryo” serius Pesan BBM itu tak peranah aku lupakan hingga kini. setelah membaca BBM tersebut saya sangat terhibur dan merasakan di kuatkan. Aku hanya bilang Stanny Danke (Terimakasih) Ya.

Tetapi Di Uwen Gabungan Se-Tahun Bergumul menjalankan Tugas sebagai seorang Vikaris. Hingga satu waktu satu malam aku menelpon Stanny puji Tuhan telepon ku di jawab sagera. dan terjadilah pembicaraan yang panjang. Stony bercerita tenting niatnya yang ingin balik Ke Maluku karena Cinta Keluarganya, aku hanya bilang ;

Beta : ‘Stanny Sudah Kaluar Ka Jawa Lama Tu, Sudah Ambe Jurus di sana banyak tuh, mari bale ka Maluku (Ambon) jua la bangun akang”

Stanny : Iya Sih beta Memang Mau Bale Maluku Beta Mau Iko PTT Maryo

Beta : Dengan Pembicaraan tampa sengaja aku bilang begini, Stanny Nanti kalau Nona PTT toh Nona dapetnya di Kab Seram Bagian Barat (SBB) dan Nanti di tempatkan di Desa Taniwel.

Stanny : Masa Sih Maryo ?

Beta : Iya Stanny, Nanti beta Temanin karena tabun kedua beta Masuk Jemaat Taniwel (Padahal Tanpa Mengetahui Bahwa Jemaat Kedua di Taniwel) Modal Yakin sajalah.

Stanny : Masa Sih ? Ya Kalau Beta same dapa di Taniwel, berarti Maryo harus batamang beta setiap hari ya.

Beta : Dengan Senang Hati dong.

Waktu kian berlalu begitu saja, aku pun larut dalam aktifitas bervikaris, tetapi aku selalu berdoa dan Meminta Stanny dari Tuhan seja ada di jemaat pertama di Uwen. tepat satu tahun masa kerjaku selesai di UGAB, saat menerima SK baru untuk tahun kedua – SK ku menempatkan aku di Taniwel – Kota Kecamatan Pusat Klasis. Dalam Hatiku billing begini loh kok bisa ya ? ya bisalah inilah cara TUHAN. Segura aku mengabari Stanny aku sudah masuk jemaat ke dua loh di Daniel dapetnya. Stanny nya biläng minta tolong dong fotoin PKM (Puskesmas Uwen dan Taniwel) aku langsung megirim Foto melalui BBM.

Beberapa bulan berlalu Stanny BBM dan biläng suda masukan PTT di SBB, aku biläng itukan masuk SBB.. inget deh kata-kataku awalnya Stany waktu masi di Uweng, jawab Stanny gak mungkinlah. Proses PTT berlangsung aku menelpon dan Stanny menjawab, aku bertanya sekarang di mana ? jawabnya mash di Piru, aku bilang, aku boleh ikut ke sana mau ketemuan saja. Stanny katakan yah akunya mau ke Ambon, Aku menjawab ya sudah memang untuk temui kamu sulit banget (dengan nada suara kecewa). Tetapi emang bener Stannynya ke Ambon untuk mngurusi semuanya. Pengurusan pun selesai SK di dapat, Masi sangat aku ingat saat itu Stanny telepon dan aku menjawab hay Nona Manis bagaimana ? dengan nada minor Stanny bilang Ya Nyong Beta SK di Buano Minggu Besok beta suda ke Buano. Entahlah besoknya Stanny menghubungi dan berkata Nyong aku di panggil Kadis untuk mengubah SK katanya tidak jadi di Buano, terus aku bertanya emang dapet di mana yang sekarang ? Stanny nya biläng dapat di Taniwel nyong ya mendengarkan jawabann itu Demi TUHAN YESUS betapa senangnya hata ini namun didalam hata saja. 2 Jam kemudian Stanny tiba di Rumah Dinas Taniwel dan Iya Menghubungiku segera juga aku menyusul ke Rumah Dinas. Saat pertama kali berpapasan jujur ya aku grogi loh dalam hati nie perempuan manis banget ya, bening juga, tapi ini beneran kan ? ini bukan mimpi ? Oh Terimakasih TUHAN Doaku Jadi Kenyataan Stanny tiba di Taniwel Juga. Komunikasi berlanjut terus.

12115887_10205559859255590_8749128184749414517_n
Maryo And Stanny

Padahal saat sebelum Stany masuk di Taniwel, Saat Bervikaris di Taniwel 5 bulan berjalan aku makan di rumah-rumah jemaat. Tibalah di kompleks PKM di sana di rumah Bidan Maris aku ngobrol aku bilang kalau “dulu pacarku juga ada yang Dokter dan spontan saja keluar dari mulut seaindainya ya ma Maris dia tugas di PKM sini ya ? semua pasti berubah, kata bidan tersebut ya pastilah karena ada pujaan hati” yah ternyata 5 bulan berlalu bulan April 2015 dr Stanny Maretha Loppies di kirim TUHAN di Jemaat GPM Taniwel. dan hubungan berelasi berjalan, saat itu juga aku tidak terlaulu kepedean bah bisa mendapatkannya lagi. aku sudah mulai cuek karena gak percaya diri saja (merasa gak mungkin terjadi) padahal sudah di depan mata loh.

Sore-sore di teras Pastori 1 Jemaat GPM Taniwel, aku duduk sambal minum kopi bersama Mentor aku yakni Pdt.Simon.Wairata,.S.Si. Aku Curhat seajak sebelum kedatangan si Dokter Stanny. Bapa Mon sapaan yang sering aku pakai, Bapa Mon Bilang Begini “Io Itu Dokter Bisa Sampai di Taniwel itu Bukan Kebetulan, Apalagi SK nya pertama di Buano kemudian Kadis Mengubahnya dan Dokter Memilih Ke Taniwel, Io Ale Tau Kenapa Dia Memilih Taniwel ? karena dia Tahu Betul Ale ada di sini- Di Sini Ada Rencana TUHAN – rebutlah dia kembali

Cinta itu datang sangat mengejutkan, 1 Agustus sebagian besar anggota jemaat Sakit di bawa Ke PKM untuk di rawat, bagi orang awam sakitnya begitu serius sehingga orang-orang berdatangan (angora jemaat taniwel) mereka melihat dr Stanny berdekatan dengan aku, jujur ya aku juga tidak GR perasaanku saat itu datar saja melihatnya sebagai mantan dan sahabat. Nammun ada suasana yang bener-bener membuatku bener Jatuh CINTA kembali ketika melihatnya Action mata ini mencuri pandang melihat Stanny tindakan dalam hati bilang begini dr Stanny hebat ya tindakannya mantap sekali, di balik Sikap lemah lembut tetapi iya bisa melalukan tindakan dengan sempurna dan pasien tersebut sembuh sehat seperti biasanya. Saat itulah Cintaku bertumbuh kembali.

Saat setelah tindakan selesai dalam hati ini bilang “Aku Kagum bener karena kamu sudah memberi orang selamat dari masa kritisnya, kamu memulai kerjamu dengan sesuatu yang menakjubkan, semua orang menyaksikan itu

Aku pulang ke pastori bersama mentorku, aku bilang kepada mentroku, “Bapa Mon Aku bener- bener jatuh Cinta, kata Bapa Mon Jelaslah Io gak jatuh Cinta gimana secara melihatnya Action dengan wajah manis lembut dan di lihat banyak orang itu menakjubkan Io

Semua telah berubah karena kesungguhan, karena niat yang tulus, sungguh-sungguh, bergumul dalam Doa terus memintanya dari Tuhan di Gedung Gereja Karmel (jam 12 malam, jam 3 subuh) Jam Berdoa Kepada Tuhan Meminta Stanny untuk jadi miliku.

Mengejarnya memangng  sulit, sejak 2009-2015….!!!

30 Juni 2015 Semua berubah Hingga saat ini kita telah menjadi sepasang Kekasih yang saling menaruh harapan untuk saling memiliki selamanya.  “Ini Bagian Dari Kisahku”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s