Mereka Punya Kartini, Aku Punya Stanny..

  Dia seorang perempuan yang terlahir di kehidupan keluarga Loppies. Banyak orang mengenalnya sesuai dengan apa yang mereka lihat. Tentunya sosok perempuan itu selalu identik dengan kelemahlembutan, sabar dan sebagainya.

Perempuan Kelahiran Ambon, ini yang pernah bersekolah di SMP N 4, pada level menengah atas iya menjadi lulusan SMU N 1 Ambon. SMU yang menjadi percontohan di masanya dan memiliki kualitas yang unggul dari berbagai sisi.

‘Sedikit Mengenal Tentangnya

Stanny memiliki dua orang saudara, satu orang ipar dan seorang ponakan. Saudaranya keduanya laki-laki dalam komposisi kaka yang tua  Michael Loppies (nomor 1) dan si bungsu Marchel Loppies, awalan M yang mengawali nama kedua saudara laki-lakinya, iparnya bernama Sally dan Ponakannya Alvaro. Dalam membangun relasi hubungan adik dan kaka mereka sangat harmonis dan saling peduli satu sama yang lain, mereka juga sangat disiplin dalam banyak hal. Ya Begitulah cara mendidik orang tua yang membesarkan, merawat dan melirkan mereka. Sebut saja ayahnya Papi Ulis dan ibunya Mami Ko begitulah sapaan yang biasa di pakai untuk menyapa kedua orang tua tersebut.

Peran Orang Tua

Sebagai seorang ayah dan seorang ibu. Niat membanggakan anak dan merancangkan kesuksesan anak-anak adalah pekerjaan paling mulia. Menjadi orang tua yang bertanggung jawab bagi keberlangsungan kehidupan pendidikan anak dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan lainnya. Maka dialog pun terjadi bersama anak tengah anak perempuan yakni “Stanny”, terjadi perbincangan panjang dan lebar dan berujung sebuah keputusan yaitu melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Menjadi perempuan bukan saja hidup di dapur memasak, mencuci dan sejenisnya, perempuan hebat harus lebih dari sekedar urusan ‘dapur’. Maka beranjaklah Stanny menjelajahi Ibu Kota negara sekitar tahun 2005 untuk mengikuti perkuliahan pada Fakultas Kedokteran yang ngetrendnya di sapa FK atau anak FK di bawah nama besar Universitas Kristen Indonesia yang telah mendidik secara intelektual UKI adalah almamaternya. Wah keren bukan ? Dokter ? Wah itu adalah sosok ideal yang idealis bagi setiap orang tua. Orang tuanya tidak hanya bertanggung jawab secara finansial namun tanggung jawab emosional selalu di lakukan tak henti-hentinya.

Di FK Dia Berada

FK tidak menawarkan tertawa melulu atau bersenang-senang belaka. Namun FK adalah salah satu ranah keilmuan berbasis IPA yang dalam realitasnya memeras pikiran dan juga fisik, kecepatan berlogika, kecepatan menganalisis dan lain sebagainya. Ya itu yang di alami oleh sebagian besar mahasiswa FK. Mereka berdarah-darah untuk dapat menggunakan gelar S.Ked, sungguh kompleks bukan ?

Fokus

Menjadi mahasiswa FK adalah label yang terpasang pada diri seorang Stanny, label kebanggaan keluarga besar Loppies. Derap perjuangan tentang belajar membulak balikan buku, membuka lembaran-lembaran setiap kertas, hingga melototin whiteboard dan layar infokus dengan begitu serius menyerap apa yang di berikan para dosen. Belum lagi di bebani tugas, hmmmm Lengkap sudah penderitaan sebagai seorang mahasiswa kedokteran.

Kerasnya Berjuang

Air mata, rasa takut gagal, dan berbagai macam masalah internal maupun eksternal menjadi bahagian berkuliah di FK UKI. Menjadi perempuan yang kuat, hebat adalah sulit. Tidak sebatas berkata-kata seperti sebuah bualan atau omong kosong. Namun realitas kehidupan melalui proses panjang hingga dapat menjadi hebat adalah caranya. Dia (Stanny) berhasil meraihnya, hingga di Wisudakan menjadi Sarjana Kedokteran. Sampai pada tahap ini tentunya air mata dan Doa telah mengubah banyak hal menjadi sebuah harapan baru.

Menjadi S.Ked Saja ? Tak Cukup

Sarjana Kedokteran saja tidak cukup lengkap sampai mendapat label ‘dokter’ di depan sebuah nama. Lagi – lagi perjuangan di mulai, berikutnya Stanny melalui masa coaas (co assisten). Untuk menjadi seorang dokter maka melalui jenjang koas adalah keharusan. Kurang lebih 1 tahun 6 bulan Stanny melaluinya dan tentunya mengalami banyak tantangan yang berbeda dengan dunia Mahasiswa atau semasa masi di kampus, kali ini ilmu yang di dapatkan kembali di uji kelayakannya. Sekalipun melalui banyak penderitaan misalnya; waktu tidur yang minim, di perintah sana-sini oleh konsulen, kadang juga tidak tidur dan selalu siap siaga untuk menangangi sebuah kasus. Ya tidak melulu menderita sih semasa koas.

Dunia Coaas

Ada hari-hari dimana mereka sebagai para koas menghabiskan waktu mereka dengan menyengangkan diri masing-masing secara bersama-sama. Dalam himpitan demikian kami harus pandai mengelolah emosi diri kami sebagai orang-orang muda agar kesulitan yang di dalami dapat kami lihat sebagai bekal di masa depan. Satu tahun enam bulan di lewati dengan segala baik dan Stanny telah berhasil melewati jenjang Koas dan mendapatkan nilai yang baik alias memuaskan dan membanggakan.

Di Uji Lagi ?

Ujian kompetensi pun di laluinya untuk mendapatkan pengakuan yang legal oleh almamater dan negara ini ketika menyandang atau menggunakan profesi dokter di depan namanya. Iya pung berhasil melaluinya dan di nyatakan lulus. Sangat menantang dan membanggakan bukan ?

Dunia Kerja

Saat itu Stanny bekerja pada sebuah Klinik Swasta di Ibu Kota Negara, dia bekerja sebagaimana layaknya seorang dokter ya dia seorang Dokter muda. Waktu berlalu, bulanpun berganti menahun di lalui. Stanny membuat keputusan pulang ke tanah kelahirannya setelah cukup ilmu dan pengalaman akan kehidupan yang iya dapatkan di laboratorium kehidupan yakni Kota Jakarta. Iya kembali angkat kaki dan balik ke Ambon.

Tiba di Ambon 

Ambon – Maluku tempat selanjutnya iya melanjutkan cerita hidupnya. Kira-kira saat itu tahun 2015. Stanny memilih menjadi dokter ptt dan iya di tempatkan pada Kabubaten Seram Bagian Barat di Kecamatan Taniwel. Kec Taniwel adalah wilayah kerjanya yang baru. Sebagai seorang manusia sangat manusiawi jika seorang Stanny tiba-tiba menjadi terkejud ketika di antar oleh saudara laki-lakinya Marchel Loppies menuju tempat tugas barunya. Wajarlah orang yang hidup sekian lama kurang lebih 10 tahun di Ibu Kota negara Indonesia dengan fasilitas yang sangat lengkat dan menyamankan.

Terus Belajar

Kali ini Dokter Stanny belajar lagi tentang hidup. Apakah hidup ini selalu dan selalu saja di sediakan untuk belajar ? Hanya dapat menjalani dan menemukan jawabannya nanti. Sekarang sudah satu tahun 1 bulan tugas sebagai dokter ptt di jalankan. Stanny cukup strees karena kesunyian taniwel yang apa adanya. Tidak ada pasar, akses listrik tidak 24 Jam. Serta jarak tempuh untuk sampai di Kota ambon dapat memakan waktu 6 jam gang menggunakan kendaraan bermotor roda 2 & empat  setelah tiba di waipirit (pelabuhan penyeberangan fery) dilanjutkan dengan menaiki kapal fery. Perlahan-lahan stres tersebut dapat di nikmati dan di lalui pelan-pelan. Walaupun sesekali rasa stres pun hadir juga hehehe..

Dia Tidak Manja – Iya Perempuan Hebat

Stanny di mata teman-teman PKM Taniwel adalah sosok seorang dokter yang manja, lemah lembut, juga baik hati, cerdas, namun prinsipil. Itulah penilaian yang di berikan padanya.


Beberapa waktu belalu PKM Taniwel menjalankan tugas mereka menempuh wilayah pegunungan Di Wilayah Kec Taniwel yakni Lohiasapalewa, Neniari, Riring, dan Rumahsoal. Merkea menaklukannya hanya selama 2 hari. Perjalanan menggunakan kedua kaki menaiki gunung menuruni lembah sepanjang berkilo-kilo. Stanny mampu melaluinya dengan segala baik. Semua pedesaan pegunungunan telah di taklukannya, Stnny pergi mengobati manusia-manusia yang tak terjangkau oleh tindakan medis, Stanny beserta tim nya adalah tim kerja yang hebat. Stanny adalah perempuan hebat yang mampu menaklukan pegunungan wilayah taniwel hanya dalam dua hari. Teman-temannya tentunya tak menyangka dan pujian pun bermunculan wah ternyata dokter kita kuat dan mampu melewati tantangan.

Tidak hanya soal tantangan fisik namun tantangan dapur juga Stanny mampu taklukan. Di balik sifatnya yang manja dll ternyata dia menyembunyikan berbagai kelebihannya. Stanny dapat memasak beranekaragam jenis makanan yang lesat, mampu membuat beraneragam jenis kue yang lezat. Iya Berhasil menjadi seorang perempuan yang sesungguhnya. Iya cerdas, rendahati, prinsipil, kritis, daya analisis yang mendalam..

Bukan Saja Kartini

Tapi Saya Punya Stanny

Yang Juga Tangguh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s