Kerajaan Allah dan Perilaku Membentuk Kerajaan Allah

Saya melihat teks Lukas 11:1-13 dan mengunyahnya seperti demikian ;

Manusia memahami Tuhan dalam pengalaman yang berbeda. Mengenal Tuhan melalui kehidupan keluarganya awal mula tentunya berlangsung di sana. Saat masi anak-anak hingga beranjak dewasa.

Saat usia dewasa ia hertumbuh dan beradaptasi dengan lingkungan sosial bergaul, belajar (sekolah, kampus) yang berlangsung terus menerus sepanjang hidup.

Setiap orang memiliki hobi atau minat yang berbeda juga, tentunya minat belajar menentukan kelombok bergaulnya berdasarkan keilmuan yang diminati. Mereka akan ada dalam diskursus ilmiah memeras otak berpikir melewati batas kemampuan pribadi setiap pribadi melakukan sharing knowledge satu dengan lainnya berdasarkan unsur knowkedge yang dimiliki dan dibagikan menjadi isme bersama.

Lepas dari kaidah yang empiris. Mereka juga memiliki hobi atau kesamaan-kesamaan untuk menggemari sesuatu dan mengembangkan menjadi sesuatu yang memuaskan hati karena ketercapaian tujuan. Misalnya hobinya adalah memotret maka ia akan tergabung dalam konunitas bergaul fotography, mereka akan melebur saling berbagi dan secara tidak sengaja kedekatan emosional terbangun seketika membentuk sebuah karya.

Memiliki pengetahuan serta kepekaan sosial akan membuat manusia tidak menjadi anti sosial, mereka akan taat kepada hukum, aturan yang berlaku pada lingkungan kerjanya, serta dapat berperan aktif menghadirkan juga membentuk behaviour yang baik.

Lepas dari semua itu, tantangan kita adalah mereka yang anti sosial. Tentunya mereka punya alasan serta argumen sendiri tentang kebenaran secara personal (otonom). Mereka sebenarnya tidak melakukan kesalahan, hanya saja mereka telah dibentuk dengan cara berpikir ‘anti sosial’ sejak lama.

Menjadi Pelayan Khusus Gereja, ini adalah panggilan kita dan tantangan kita bukan ? Bagaimana kita menyikapinya ?

Tentunya dengan tidak menyalahkan mereka atau mengatakan bahwa mereka bersalah dan menghakimi, ini cara yang keliru. Kita cukup mendengarkan apa yang menjadi persungutan mereka kemudian kita menjelaskan kaidah dari sesuatu Nilai sosial yang benar atau baik dengan model pendekatan bercerita secara singkat setelah banyak mendengarkan dan berhasil meneduhkan hati yang panas menjadi lembut. Menjadi pelayan yang pertama kita harus dulu megang hatinya baru setelah itu pengetahuannya kita kelolah.

Maka melahirkan manusia yang dapat menghadirkan kerajaan Allah akan terwujud secara berkelanjutan. Bagaimana Kerajaan Allah itu berwuju atau berbentuk dalam rupah pelayanan kita dimana saja kita bekerja, bekerjalah dengan baik, bekerjalah seperti apa yang Kristus inginkan. Jika kerja kita sudah dilakukan dengan benar maka lingkungan kerja kita akan sejahtera karena semua unsur menjadi baik wilayah kerja kita menjadi sehat, berisi, bergizi dan dapat melahirkan kepuasan berujung pada berkurangnya tingkat korupsi fan kejakatan lain sebagainya. Ini sesungguhnya Hahekat dan Wujud kehadiran Kerajaan Allah.

Manusia menjadi mudah mengampuni adalah suatu betuk memori atas pengalaman pribadi yang di alami sejak kecik bersama keluarga, ia melihat, mendengar bahkan merasakan langsung bentuk kelembutan juga kekerasan. Pengelolaan akan memori colective akan membentuk setiap personal menjadi pengampun atau pendendam. Sentuhan karakter pelayan berpeluang untuk mencairkan kebekuan supaya dapat memahami karena telah menerima dan memberi pengampunan.

Kerajaan Allah adalah doa, dan doa itu adalah kerja kita sehari-hari melalui tindakan pada wilayah pekerjaan masing-masing Allah dimuliakan karena kita melakukan kebenaran yang akan melahirkan kehidupan yang damai dan sejahtera.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s